Teman - teman kalo membuka blog ini pasti lagi pengen membuat lagu kan hohohoooo.....
Kalo gitu teman-teman harus ngikutin sayrat-syarat cara membuat lagu berikut ini :
1. Yang pertama kamu harus mempunyai tujuan untuk apa kamu membuat lagu ini, itung - itung sebagai motifasi.
2. Kamu harus mencari tema untuk lagu yang akan kamu buat, misalnya : tema cinta, persahabatan, atau kritik tentang pemerintah.
3. Menulis lirik. Kalo kamu pengen menulis lirik gak usah pake kata - kata yang rumit seperti kata-kata kiasan, ingat kamu itu membuat lagu bukannya membuat puisi, kamu menulis lirik itu anggap saja kamu lagi sedang menulis cerita. Jangan mempersulit diri sendiri. ^_^
4. Tips yang terakhir ini adalah tips yang paling penting jangan sampai lupa !!. Kalau lagu itu udah jadi jangan difikirin apakah orang akan menyukai lagumu itu atau tidak, yang penting kamu udah berusaha maksimal membuat lagu itu, dan itu adalah hasil karya ciptamu sendiri. Kalo kamu udah berusaha yang terbaik maka ingat hasilnya juga akan baik, maka orang akan menghargai karyamu.
SELAMAT MENCOBA YA...... KAWAN ^_^
MAKALAH TENTANG BIJI
-->

BIJI
(Semen)
Pada awalnya biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari
papan biji atau tembuni (placenta).
Tangkai pendukung biji itu disebut talu pusat (funiculus). Bagian biji tempat pelekatan tali pusat dinamakan pusar
biji (hilus). Jika biji sudah masak
biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas
tali pusat umumnya nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya tali pusar
ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang merupakan
selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubung sebagai biji saja.
Salut
biji ada yang :
-
Berdaging atau berair, dan seringkali dapat dimakan, misalnya pada biji durian
(Durio zibethinus Murr), biji
rambutan (Nephelium lappaceum L.).
dll.
Biji
rambutan
Biji durian
- Menyerupai kulit dan hanya menutupi
sebagian biji, misalnya pada biji pala (Myristica
fragrans Houtt). Salut biji pala dinamakan marcis, yang seperti bijinya
sendiri digunakan pula sebagai bumbu masak dan berbagai macam keperluan
lainnya, antara lain sebagai bahan obat.
Biji pala
Bagian-bagian biji dapat dibedakan
sebagai berikut :
a. Kulit Biji (spermodermis)
b. Kulit pusar (funiculus)
c. Inti biji atai isi biji (nucleus seminis)
a. Kulit Biji (spermodermis)
b. Kulit pusar (funiculus)
c. Inti biji atai isi biji (nucleus seminis)
Pada
dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji, tetapi
dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya :
Integumentum pada bakal biji, kalau sudah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis).
dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya :
Integumentum pada bakal biji, kalau sudah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis).
A. KULIT BIJI (Spermodermis)
Kulit biji berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh sebab itu biasanya
kulit biji dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
terdiri aras dua lapisan, yaitu :
Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang di dalam. Lapisan luar ini dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda: merah, biru, perang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, mempunyai permukaan keriput.
Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang di dalam. Lapisan luar ini dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda: merah, biru, perang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, mempunyai permukaan keriput.
Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tipis seperti selaput, dinamakan
juga kulit ari.
Pada pembentukan kulit biji dapat pula ikut serta bagian bakal biji yang lebih dalam daripada integumentumnya, misalnya lain bagian jaringan nuselus yang terluar.
Biji yang kulitnya terdiri atas dua lapisan itu umumnya adalah biji tumbuhan biji
tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae), biji malahan
mempunyai tiga lapisan seperti pada biji belinjo (Gnetum gnemon K), padahal bakal biji
tumbuhan biji telanjang umumnya hanya mempunyai satu integementum saja.
Ketiga lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-masing dinamakan :

Pada pembentukan kulit biji dapat pula ikut serta bagian bakal biji yang lebih dalam daripada integumentumnya, misalnya lain bagian jaringan nuselus yang terluar.
Biji yang kulitnya terdiri atas dua lapisan itu umumnya adalah biji tumbuhan biji
tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae), biji malahan
mempunyai tiga lapisan seperti pada biji belinjo (Gnetum gnemon K), padahal bakal biji
tumbuhan biji telanjang umumnya hanya mempunyai satu integementum saja.
Ketiga lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-masing dinamakan :

Melinjo memiliki 3 lapisan biji
1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada
waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya
merah.
2.Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras,
berkayu, menyerupai kulit dalam (endocarpium)
pada buah batu.
3.Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput,
serigkali melekat erat pada inti biji
Pada kulit luar biji itu masih dapat ditemukan bagian-bagian lain,
misalnya :
a.
Sayap
(ala), alat tambahan berupa sayap pada
kulit luar biji, dan dengan demikian biji
mudah dipencarkan oleh angin, ch. pada spatodea (Spathodea campanulata P.B.), kelor
(Moringa oleifera Lamk).
mudah dipencarkan oleh angin, ch. pada spatodea (Spathodea campanulata P.B.), kelor
(Moringa oleifera Lamk).
b.
Bulu
(coma), yaitu penonjolan sel-sel kulit
luar biji yang berupa rambut-rambut yang
halus, memudahkan biji ditiup oleh angin, ch. pada kapas (Gossypium), biduri (Calotropis gigantea Dryand).
halus, memudahkan biji ditiup oleh angin, ch. pada kapas (Gossypium), biduri (Calotropis gigantea Dryand).
c.
Salut
biji (arillus), yang biasanya berasal dari
pertumbuhan tali pusar, misalnya pada biji
durian (Durio zibethinus Murr), dll.
durian (Durio zibethinus Murr), dll.
d.
Salut
Biji semu (arillodium), seperti salu biji, tetapi tidak
berasal dari tali pusar. Melainkan
tumbuh dari bagian sekitar liang bakal biji (micropyle). Macis pada biji pala sebenarnya
adalah suatu salut biji semu.
tumbuh dari bagian sekitar liang bakal biji (micropyle). Macis pada biji pala sebenarnya
adalah suatu salut biji semu.
e.
Pusar
biji (hilus), yaitu bagian kulit luar biji bekas
perlekatan dengan tali pusar, biasanya
kelihatan kasar dan mempunyai warna yang berlainan dengan bagian lain kulit biji. Pusar biji
jelas kelihatan pada biji tumbuhan berbuah polong, misalnya ; Kacang panjang (Vigna
Sinensis Edl), kacang merah (Phaseolus vulgaris L). Dll.
kelihatan kasar dan mempunyai warna yang berlainan dengan bagian lain kulit biji. Pusar biji
jelas kelihatan pada biji tumbuhan berbuah polong, misalnya ; Kacang panjang (Vigna
Sinensis Edl), kacang merah (Phaseolus vulgaris L). Dll.
f.
Liang
biji (micropyle), ialah liang kecil bekas jalan
masuknya buluh serbuk sari ke dalam
bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang inii seringkali tumbuh menjadi badan
berwarna keputih-putihan, lunak, yang disebut karunkula (caruncula). Jika badan yang
berasal dari tepi liang ini sampai merupakan salut biji, maka disebut salut biji semu
(arillodium).
bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang inii seringkali tumbuh menjadi badan
berwarna keputih-putihan, lunak, yang disebut karunkula (caruncula). Jika badan yang
berasal dari tepi liang ini sampai merupakan salut biji, maka disebut salut biji semu
(arillodium).
g.
Bekas-bekas
pembuluh pengangkutan (chalaza), yaitu tempat pertemuan integumen
dengan nuselus, masih kelihatan pada biji anggur (Vitis vinifera.L).
dengan nuselus, masih kelihatan pada biji anggur (Vitis vinifera.L).
h.
Tulang
biji (raphe), yaitu tali pusar pada biji,
biasanya hanya kelihatan pada biji yang
berasal dari bakal biji yang mengangguk (anatropus), dan pada biji biasanya tak begitu jelas
lagi, masih kelihatan misalnya pada biji jarak (Ricinus communis L).
berasal dari bakal biji yang mengangguk (anatropus), dan pada biji biasanya tak begitu jelas
lagi, masih kelihatan misalnya pada biji jarak (Ricinus communis L).
B.
Tali Pusar (Funiculus)
Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan
tembuni, jadi
merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya bijii terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji (lihat perihal kulit biji).
merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya bijii terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji (lihat perihal kulit biji).
C.
Inti Biji (Nucleus
Seminis)
Inti biji
ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya, oleh sebab itu inti
biji juga dapat dinamakan isi biji.
a. Lembaga (embryo),
yang merupakan calon individu baru,
b. Putih Lembaga (albumen), jaringan
berisi cadangan makanan untuk masa permulaan
kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum dapat mencari makanan sendiri.
kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum dapat mencari makanan sendiri.
D.
Lembaga (Embryo)
Lembaga
adalah calon tumbuhan baru, yang nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Lembaga telah memperlihatkan ketiga bagian utama tumbuhan, yaitu :
a.
Akar
lembaga atau calon akar (radicula), yang biasanya kemudian akan tumbuh
tersusum merupakan akar tunggang (untuk tumbuhan yang tergolong dalam
Dicotyedoneae).
b.
Daun
Lembaga (cotyledon), merupakan daun pertama suatu
tumbuhan. Daun lembaga dapat mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
- Sebagai tempat penimbunan makanan, jumlahnya biasanya dua, dan duduk berhadapan
pada sisi yang rata tadi.
- Sebagai alat untuk melakukan asimilas
- Sebagai alat pengisap makanan untuk lembaga dari putih lembaga. Dalam hal ini daun
lembaga itu merupakan suatu alat yang tipis, merupakan bagian yang memisahkan putih
lembaga dari lembaganya. Karena bentuknya yang seperti perisai kecil, alat itu
dinamakan skutelum (scutellum). Biji tampak utuh, dan bagian ini (daun lembaga tadi)
tidak tampak dari luar.
- Sebagai tempat penimbunan makanan, jumlahnya biasanya dua, dan duduk berhadapan
pada sisi yang rata tadi.
- Sebagai alat untuk melakukan asimilas
- Sebagai alat pengisap makanan untuk lembaga dari putih lembaga. Dalam hal ini daun
lembaga itu merupakan suatu alat yang tipis, merupakan bagian yang memisahkan putih
lembaga dari lembaganya. Karena bentuknya yang seperti perisai kecil, alat itu
dinamakan skutelum (scutellum). Biji tampak utuh, dan bagian ini (daun lembaga tadi)
tidak tampak dari luar.
c.
Batang
Lembaga (cauliculus), dapat dibedakan dalam dua bagian,
yaitu :
- Ruas batang di atas daun lembaga (interodium epicotylum),
- Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum).
Putih Lembaga (Albumen)
Putih lembaga adalah bagian biji, yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi tempat
cadangan makanan bagi lembaga. Tidak setiap biji mempunyai putih lembaga. Seperti misalnya pada biji tumbuhan berbuah polong (Leguminosae), cadangan makanan tidak tersimpan dalam putih lembaga, melainkan dalam daun lembaga, oleh sebab itu daun lembaganya menjadi tebal. Melihat asalnya jaringan yang menjadi tempat penimbunan zat makanan cadangan tadi kita dapat membedakan putih lembaga dalam :
- Ruas batang di atas daun lembaga (interodium epicotylum),
- Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum).
Putih Lembaga (Albumen)
Putih lembaga adalah bagian biji, yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi tempat
cadangan makanan bagi lembaga. Tidak setiap biji mempunyai putih lembaga. Seperti misalnya pada biji tumbuhan berbuah polong (Leguminosae), cadangan makanan tidak tersimpan dalam putih lembaga, melainkan dalam daun lembaga, oleh sebab itu daun lembaganya menjadi tebal. Melihat asalnya jaringan yang menjadi tempat penimbunan zat makanan cadangan tadi kita dapat membedakan putih lembaga dalam :
a.
Putih
lembaga dalam (endospermium), jika jaringan penimbun makanan itu
terdiri atas sel-sel yang berasal dari inti kandung lembaga sekunder yang
kemudian setelah dibuahi oleh salah satu inti sperma lalu membelah-belah
menjadi jaringan penimbun makanan ini. Hanya dapat ditemukan pada tumbuhan biji
tertutup (Angiospermae).
b.
Putih
lembaga luar (perispremium), jika bagian ini berasal dari
bagian biji di luar kandung lembaga, entah dari nuselus entah dari selaput
bakal biji.
Biji yang sebagian besar terdiri atas putih lembaga dalam, misalnya biji jagung (Zea
mays L.) dan biji rumput (Gramineae) umumnya, sedang biji yang untuk sebagian besar hanya terdiri atas putih lembaga luar ialah biji lada (Piper nigrum L.). Ada pula biji yang cadangan makanannya tersimpan baik dalam putih lembaga luar maupun dalam, jadi kedua-duanya ada pada biji tadi, seperti misalnya pada biji pala (Myristica fragrans Houtt.)
Biji yang sebagian besar terdiri atas putih lembaga dalam, misalnya biji jagung (Zea
mays L.) dan biji rumput (Gramineae) umumnya, sedang biji yang untuk sebagian besar hanya terdiri atas putih lembaga luar ialah biji lada (Piper nigrum L.). Ada pula biji yang cadangan makanannya tersimpan baik dalam putih lembaga luar maupun dalam, jadi kedua-duanya ada pada biji tadi, seperti misalnya pada biji pala (Myristica fragrans Houtt.)
E.
Kecambah (plantula)
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam
biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan
yang sesuai. Perkecambahan biji bergantung pada imbibisi. Imbibisi merupakan
penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang,
memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan metabolic pada embrio yang
menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhannya. Munculnya plantula (tumbuhan kecil) dari dalam
biji merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio.
Fase
perkecambahan diikuti pertumbuhan 3 jaringan meristem primer, yaitu :
a.Protodrem : lapisan terluar yang akan
membentuk jaringan epidermis
b.Meristem dasar akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar diantara stele dan epidermis
c.Prokambium : lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan xylem
b.Meristem dasar akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar diantara stele dan epidermis
c.Prokambium : lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan xylem
Tahapan dan perkembangan
a.Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah bertambah banyak
b.Spesialisasi : sel-sel yang sejenis berkelompok
c.Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi
d.Organogenesis sel : proses pembentukkan organ-organ tumbuhan
e.Morfogenesis sel : Organ satu dengan yang yang lain memiliki
kekhususan dalam bentuk dan fungsi
a.Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah bertambah banyak
b.Spesialisasi : sel-sel yang sejenis berkelompok
c.Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi
d.Organogenesis sel : proses pembentukkan organ-organ tumbuhan
e.Morfogenesis sel : Organ satu dengan yang yang lain memiliki
kekhususan dalam bentuk dan fungsi
Berdasarkan
letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Perkecambahan Epigeal
Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat keatas tanah. Ruas batang di bawah daun lembaga (hipokotil) akan tumbuh lurus mengangkat kotiledon dan epikotil. Dengan demikian epikotil dan kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil memunculkan helai daun pertamanya. Sedang kotiledon akan layu dan rontok karena cadangan makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah.

Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat keatas tanah. Ruas batang di bawah daun lembaga (hipokotil) akan tumbuh lurus mengangkat kotiledon dan epikotil. Dengan demikian epikotil dan kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil memunculkan helai daun pertamanya. Sedang kotiledon akan layu dan rontok karena cadangan makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah.

Perkecambahan
Epigeal
b. Perkecambahan Hypogeal
Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di bawah. Tumbuhnya epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal di dalam tanah. Contohnya pada perkecambahan kacang kapri dan jagung.
Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di bawah. Tumbuhnya epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal di dalam tanah. Contohnya pada perkecambahan kacang kapri dan jagung.

Perkecambahan
hypogeal
Urutan
proses perkecambahan:
a.Masuknya air kedalam biji atau imbibisi
b.Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme, membongkar cadangan makanan dalam kotiledon / endosperm
c.Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan pertumbuhan embrio.
d.Embrio tumbuh dan berkembang
a.Masuknya air kedalam biji atau imbibisi
b.Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme, membongkar cadangan makanan dalam kotiledon / endosperm
c.Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan pertumbuhan embrio.
d.Embrio tumbuh dan berkembang
Bagian
– bagian perkecambahan :
a. Radikula
Adalah bakal calon akar yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya untuk menyokong dan menyuplai bahan – bahan makanan untuk di proses pada bagian tanaman lainnya.
Adalah bakal calon akar yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya untuk menyokong dan menyuplai bahan – bahan makanan untuk di proses pada bagian tanaman lainnya.
b. Kotiledon
Adalah daun kecil yang terletak di bawah daun pertama kecambah. Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan dan asimilasi.
Adalah daun kecil yang terletak di bawah daun pertama kecambah. Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan dan asimilasi.
c. Cauliculus
Adalah bakal calon batang yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya sebagai bagian tanaman yang akan mengalami perkembangan ke atas untuk membentuk batang.
Hipokotil : Batang yang terletak di bagian bawah kotiledon
Epikotil : Batang yang terletak di bagian atas kotiledon
Adalah bakal calon batang yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya sebagai bagian tanaman yang akan mengalami perkembangan ke atas untuk membentuk batang.
Hipokotil : Batang yang terletak di bagian bawah kotiledon
Epikotil : Batang yang terletak di bagian atas kotiledon
d. Testa
Adalah bagian yang melindungi bagian dalam biji.
Adalah bagian yang melindungi bagian dalam biji.
MAKALAH TENTANG BUAH
BUAH ( FRUCTUS )
Bagian
bunga yang kadang-kadang tidak gugur, melainkan ikut tumbuh dan tinggal pada
buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri, jadi tidak
merupakan suatu bagian buah yang penting misalnya :
a. Daun-daun Pelindung
: Pada jagung daun-daun pelindung bunga betina tidak gugur, dan kita kenal
kemudian sebagai pembungkus tongkol jagung ( Klobot )
b. Daun-daun
Kelopak : Pada terong dan pada jambu, masih dapat kita lihat kelopak yang ikut
merupakan bagian buah.
c. Tangkai buah Kepala
Putik : Juga bagian ini sering tinggal pada
buah, misalnya pada jagung, yang kita kenal dengan rambut jaguang.
d. Kepala Putik :
Buah yang masih mendukung kepala pitik ialah bbuah manggis, yang sekaligus
dapat pula menunjukan jumlah daun buah dan jumlah ruangan dalam buah maggis tadi.
Buah
yang semata-mata terbentuk dari bakal buah, atau paling banyak padanya terdapat
sisa-sisa pada bagian bunga yang lazimnya telah gugur itu, umumnya merupakan
buah yang tidak terbungkus, jadi merupakan buah
yang telanjang ( Fructus nudus ).
Buah ini juga dinamaka buah sejati
atau buah sungguh.
Adapun
bagian-bagian bunga yang seringkali ikut tumbuhdan menyebabkan terjadinya buah
semu, misalnya :
a. Tangkai Bunga
: Pada jambu monyet dan jambu mente ( Anacardium
occidenale L )
b. Dasar Bunga Bersama
: Pada bunga majemuk, misalnya: Pada bunga lo ( Ficus glomerata Roxb. )
c. Dasar Bunga
: Pada bunga tunggal, misalnya: Pada arbe (
Fragrariavesca L. )
d. Kelopak Bunga
: Pada ciplukan ( Physalis minima L.
)
e. Tenda Bunga
dan Ibu Tangkai Bunga : Pada bunga
majemuk . Pada pohon nangka ( Artocapus
integra Merr. )
Penggolongan Buah Semu
Buah
semu dapat dibedakan dalam :
a. Buah Semu Tunggal
: Buah semu yang terjadi dari satu bakal buah. Misalnya: Jambu monyet ( Anacardium occidenale L )
b. Buah Semu Ganda
: Pada satu buah terdapat lebih dari pada satu bakal buah yang bebas satu sama
lain, dan masing-masing tumbuh menjadi buah. Misalnya: Pada arbe ( Fragrariavesca L. )
c. Buah Semu Majemuk
: Buah semu yang terjadi dari bunga mejemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak
seperti satu buah saja, Misalnya: Pada buah nangka ( Artocapus integra Merr. )
Penggolongan Buah
Sungguh ( Buah Sejati )
Dibedaka
3 golongan yaitu:
a. Bunga Buah Sejati
: Buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja,
Misalnya: Mangga ( Mengifera indica L.
)
b. Buah Sejati Ganda
: yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama
lainnya masing-masing satu bakal buah menjadi satu buah.
c. Buah Sejati Majemuk
: Buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masing-masing bunganya
mendukung suatu bakal buah, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul.
Misalnya: Pandan ( Pendatus tectorius Sol.
)
Buah Sejati Tunggal
Buah sejati tunggal adalah buah sejati
yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah yang berisi satu biji atau
lebih dan dibedakan dalam :
1). Buah sejati tunggal kering (siccus), yaitu yang bagian
luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang mengering.
2). Buah
sejati tunggal berdaging (carnosus), jika dinding buahnya menjadi
tebal berdaging. Dinding buah ( Pericarpium ) seringkali dengan jelas
dapat dibedakan dalam tiga lapisan :
a)
Kulit luar (Exocarpium
atau epicarpium) merupakan lapisan tipis tetapi seringkali kuat atau kaku
seperti kuli dengan permukaan yang licin.
b)
Kulit tengah (mesocarpium)
biasanya tebal berdangin atau serabut dan jika lapisan ini dapat dimakan,
maka lapisan ini lah yang dinamakan daging buah (sarcocarpium) misalnya
pada mangga (Mangifera indica L.)
c)
Kulit dalam
(endocarpium) yang berbatasan dengan ruang yang mengadung bijinya seringkali
cukup tebal dan kerasa misalnya pada kenari (Canarium commune L.),
kelapa (Cocos nucifera L.)
Ikhitisar Buah Sejati Tunggal yang Kering
Buah sejati tunggal yang kering dapat dibedakan lagi dalam
a.
Buah sejati tunggal kering, yang hanya mengandung satu biji,
biasanya buah ini kalau sudah masak tidak pecah (indehiscens)
Contoh-contoh dari golongan ini adalah
a)
Buah padi (caryopsis), pada
buah yang demikian banyak orang yang tidak membedakan antara buah dan biji
contoh : padi (Oryza sativa L.) jagung (Zea mays L.)
b)
Buah kurung (achenium), yaitu buah
berbiji satu, tidak pecah dinding buahnya tipis, berdampingan dengan kulit
biji, tetapi tidak berlekatan. Contohnya : buah bunga matahari (Helianthus
annus), buah bunga pagi sore (Mirabilis jalapa).
c)
Buah bersayap (samara),
seperti buah keras, tetapi pada kulit buah terdapat alat berupa tambahan berupa
sayap yang bisa menyembabkan buah bisa terbang jika tertiup angin seperti pada
suku Dipterocarpaceae.
b. Buah sejati tunggal kering, yang
mengandung banyak (lebih dari satu) biji, dan jika masak dapat pecah menjadi
beberapa bagian buah (mericarpia) atau pecah sedemikian rupa hingga biji
terlepas (dapat meninggalkan buahnya)
a)
Buah berbelah (schiwcarpium),
Buah ini mempunyai dua ruang atau lebih, tiap ruang berisi satu biji dan jika
masak dapat pecah menjadi beberapa bagian dan tiap bauh bisa memiliki sifat
seperti buah kurung atau buah keras, jadi biji tetap dalam ruangan. Mengingat
jumlah ruangan jika pecah menjadi beberapa bagian, buah belah dapat di bedakan
lagi dalam :
·
Buah berbelah dua (diachenium)
·
Buah berbelah tiga (triachenium)
·
Buah berbelah empat (tetrachenium)
·
Buah berbelah banyak (polyachenium)
b) Buah kendaga (rhegma). Buah
ini mempunyai sifat seperti buah berbelah, tetapi tiap bagian buah kemudian peccah
lagi sehingga dengan itu biji dapat terlepas dari biliknya. Tiap bagian
buah terbentuk dari sehelai daun buah, jadi buah ini tersusun atas sejjumlah
daun buah yang sesuai dengan jumlah (kendaga) yang terdapat didalam buah itu.
Menurut jumalah kendaganya buah ini dapat dibedakan
lagi dalam :
·
Buah berkendaga dua (dicoccus)
·
Buah berkendaga tiga (tricoccus),
Misalnya: Buah Jarak ( Ricinus communis L.
)
·
Buah berkendaga lima (pentacoccus),
Misalnya: Buah Geranium
·
Buah berkendaga banyak (polycoccus)
c) Buah Kotak.
Terdiri atas satu atau beberapa daun buah.
Buah kotak dibedakan lagi dalam :
·
Buah bumbung (folliculus). Buah ini terjadi
dari sehelai daun buah. Mempunyai satu ruangan dengan banyak biji, jarang
sekali hanya satu. misalnya: Calotropis, Lochnera.
·
Buah polongan (legumen). Berasal dari sehelai
daun buah dengan satu ruangan.
·
Buah lobak (siliqua). Berasal dari dua daun
buahdengan satu ruangan dan dua tembuni yang bertemu di tengah ruangan hingga
merupakan suatu sekat semu. Umumnya terdapat pada Cruciferae.
·
Buah kotak sejati (capsula).
Berasal dari dua daun buah atau lebih yang mempunyai sejumlah ruangan sesuai
dengan jumlah daun buahnya.
Iktisar Buah Sejati tunggal yang bergading
Buah yang termasuk golongan ini umumnya tidak pecah jika sudah masak, walaupun
ada pula yang jika sudah masak tetap akan pecah misalnya buah pala (Myristica
fragrans Houtt). Kita dapat membedakan buah sejati tunggal yang berdaging
sebagai berikut :
a)
Buah buni (bacca).
Yang dimaksut buah buni adalah buah yang dindingnya mempunya dua lapisan.
Yaitu lapisan luar yang tipis agak menjangat atau kaku seperti kulit dan
lapisan dalam yang tebal, lunak, berair dan seringkali bisa di makan.
Biji-bijinya terdapat bebas dalam bagian yang lunak itu. Buah buni yang
berdinding tebal dan dapat dimakan contohnya adalah buah pepaya (Caarica
papaya L.) buah belimbing (Averrhoa carambola L.) sawo manila (Archaras
zapota L.) dll.
Contoh kulit buahnya yang tidak
begitu tebal seringkali memiliki sifat yang agak kaku sperti kulit, tidak lunan
dan tidak berdaging, biji terdapat bebas di dalamnya contoh : Buah duku (Lansium
domestisum Corr.), buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) Dari buah
ini yang kita makan bukanlah kulit buah yang sebelah dalam, melainkan salut
bijinya (arillus)
b)
Buah
mentimun (pepo), Buah mentimun ini kita dapati pada
jenis-jenis tumbuhan yang tergolong suku Cucurbitaceae,
misalnya: Mentimun ( Cucumis sativus L.
), Waluh ( Cucurbita moschata Duch.
), Semangka ( Citrullus vulgaris Schard ).
c)
Buah jeruk (hesperidium),
buah ini dapat pula dianggap sebagai suatu buah bunyi. Kulit buah memiliki tiga
lapisan yaitu :
·
Lapisan luar yang kaku menjanggat
dan mengandung banyak kelenjar minyak astiri. Lapisan ini disebut sebagai
flavedo.
·
Lapisan tengah yang bersifat seperti
sepon, terdiri atas jaringan bunga karang yang biasanya berwarna putih,
dinamakan albedo.
·
Dan kemudian lapisan dalam yang
bersekat-sekat
d)
Buah Batu ( Drupa ), Buah ini memiliki kulit buah
yang terdiri atas tiga lapisan, yaitu:
·
Kulit Luar ( Exocarpium atau Epicarpium )
·
Kulit Tengah ( Mesocarpium )
·
Kulit Dalam ( Endocarpium )
e)
Buah delima, kulit buah
yang merupakan lapisan luar kaku seperti kulit atau hampir mengayu, lapisan
dalamnya tipis, licin.
f)
Buah apel (pomum)
Buah sejati ganda
Menurut sifat masing-masing buah yang berkumpul tadi, buah sejati dapat
dibedakan dalam :
a) Buah kurung ganda, Misalnya:
Pada Mawar ( Rosa Hybrida Hort. )
b)
Buah batu
ganda, Misalnya: Pada jenis-jenis rubus ( Rubus fraxinifolius Poir. )
c)
Buah bumbung
ganda, Misalnya: Pada pohon Cempaka ( Muchelia champaka L. )
d) Buah buni ganda, Misalnya:
Pada Srikaya ( Annona squamosa L. )
Buah Sejati Majemuk
Barasal dari suatu bunga
majemuk, jadi berasal dari banyak bunga dengan banyak bakal buah, tetapi
seluruhnya seakan-akan merupakan satu buah.
a)
Buah buni majemuk : ( Ananas comosus Merr. )
b) Buah batu majemuk : ( Pandanus tectorius Sol.
)
c) Buah kurung majemuk : ( Helianthus annuus L.
)
