Dilihat dari jumlah famili, sub classis ini merupakan sub
classis yang terbesar, sedangkan dari jumlah spesiesnya kurang lebih sama
dengan sub classis Asteriidae. Tumbuhan yang termasuk dalam sub classis ini
mempunyai bunga dengan banyak stamen yang masak dengan urutan sentripetal.
Ovula bitegmik atau unitegmik, “crissinucellate” atau tenuinucellate”. Korola
polipetal meskipun beberapa ada yang apetal atau simpetal.
Diduga muncul sekitar 100 juta tahun yang lalu
pada periode Kretaseus bawah. Sub classis Rosiidae terdiri dari 18 ordo, 114
family, dan sekitar 58.000 species.
Tumbuhan pada sub classis ini terdiri atas terna, semak
ataupun pohon berdaun tunggal atau majemuk yang duduk dan tersebar maupun
berhadapan dengan ada atau tidak berdaun penumpu. Bunga banci karena
reproduksi, dapat jadi berkelamin tunggal, mempunyai hiasan bunga yang dapat
dibedakan anatara kelopak dan mahkotanya, mahkota berdaun bebas, kebanyakan
berbilangan 5, jumlah benang sari dengan jumlah mahkota ada yang dua kali
banyaknya, jarang yang lebih sedikit daun mahkotanya. Bakal buah beruang banyak
dengan tembuni sentral. Dasar bunga berbentuk cakram melebar atau cekung dengan
bagian-bagian bunga pada tepinya. Bakal buah seringkali terdapat dalam cekungan
dasar bunga dan diselubungi sehingga letaknya tenggelam.
Merupakan sub classis yang terkecil dalam classis Magnoliopsida.
Muncul sekitar 100 juta tahun yang lalu pada periode Kretaseus bawah yang
ditandai oleh penyerbukan oleh angin dan bagian-bagian bunga yang tereduksi,
sering uniseksual. Kecuali pada beberapa taksa dari ordo Urticales, kebanyakan
bentuk hidupnya berupa tumbuhan berkayu dan sering famili-familinya mempunyai
species-species yang jumlahnya relatif sedikit. Pada kelompok yang telah maju,
bunganya tersusun dalam perbungaan spika. Perhiasan bunga tidak ada atau tidak terdeferensiasi.
Ovulanya tunggal
Dalam beberapa fase dari evolusinya, sub classis Hamamelidae mulai
menggunakan tanin sebagai senyawa kimia untuk mempertahankan diri terhadap
herbivor. Terdiri dari 11 ordo, 24 famili, dan sekitar 3400 species.
B. SUB CLASSIS CARYOPHYLLIDAE
Sub classis Caryophyllidae terdiri dari 3 ordo, 14 famili, dan
sekitar 11.000 species. Tumbuhan yang termasuk dalam sub classis Caryophyllidae
sebagian besar berupa herba, hanya beberapa famili tumbuhan sukulen dan
halofit. Dari catatan fosil diketahui bahwa sub classis Caryophyllidae mulai
muncul 70 juta tahun yang lalu. Perhiasan bunga secara morfologi lebih kompleks
dan beragam. Anggotanya yang primitif hanya mempunyai satu lingkaran perhiasan
bunga dan dari sini berkembang menjadi berbagai perhiasan bunga yang
termodifikasi dengan sepal dan petalnya yang jelas. Stamen masak dalam urutan
sentrifugal dan menghasilkan pollen yang trinukleat. Ovul bitegmik dan
“crassinucellate”, kampilotropus. Embrio yang masak sering diliputi oleh perisperm.
Betalain yang merupakan semacam pigmen ditemukan pada banyak famili
dari ordo Caryophillales. Ordo Caryophillales sering juga disebut Centrospermae
dan merupakan ordo yang terbesar dengan sekitar 10.000 species. Caryophillales
mempunyai plastida pembuluh tapis tipe-P yang khas.
Teman - teman kalo membuka blog ini pasti lagi pengen membuat lagu kan hohohoooo.....
Kalo gitu teman-teman harus ngikutin sayrat-syarat cara membuat lagu berikut ini :
1. Yang pertama kamu harus mempunyai tujuan untuk apa kamu membuat lagu ini, itung - itung sebagai motifasi.
2. Kamu harus mencari tema untuk lagu yang akan kamu buat, misalnya : tema cinta, persahabatan, atau kritik tentang pemerintah.
3. Menulis lirik. Kalo kamu pengen menulis lirik gak usah pake kata - kata yang rumit seperti kata-kata kiasan, ingat kamu itu membuat lagu bukannya membuat puisi, kamu menulis lirik itu anggap saja kamu lagi sedang menulis cerita. Jangan mempersulit diri sendiri. ^_^
4. Tips yang terakhir ini adalah tips yang paling penting jangan sampai lupa !!. Kalau lagu itu udah jadi jangan difikirin apakah orang akan menyukai lagumu itu atau tidak, yang penting kamu udah berusaha maksimal membuat lagu itu, dan itu adalah hasil karya ciptamu sendiri. Kalo kamu udah berusaha yang terbaik maka ingat hasilnya juga akan baik, maka orang akan menghargai karyamu.
Pada awalnya biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari
papan biji atau tembuni (placenta).
Tangkai pendukung biji itu disebut talu pusat (funiculus). Bagian biji tempat pelekatan tali pusat dinamakan pusar
biji (hilus). Jika biji sudah masak
biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas
tali pusat umumnya nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya tali pusar
ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang merupakan
selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubung sebagai biji saja.
Salut
biji ada yang :
-
Berdaging atau berair, dan seringkali dapat dimakan, misalnya pada biji durian
(Durio zibethinus Murr), biji
rambutan (Nephelium lappaceum L.).
dll.
Biji
rambutan
Biji durian
- Menyerupai kulit dan hanya menutupi
sebagian biji, misalnya pada biji pala (Myristica
fragrans Houtt). Salut biji pala dinamakan marcis, yang seperti bijinya
sendiri digunakan pula sebagai bumbu masak dan berbagai macam keperluan
lainnya, antara lain sebagai bahan obat.
Biji pala
Bagian-bagian biji dapat dibedakan
sebagai berikut : a. Kulit Biji (spermodermis) b. Kulit pusar (funiculus) c. Inti biji atai isi biji (nucleus
seminis)
Pada
dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji, tetapi
dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya,
misalnya :
Integumentum pada bakal biji, kalau sudah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis).
A.KULIT BIJI (Spermodermis)
Kulit biji berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh sebab itu biasanya
kulit biji dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
terdiri aras dua lapisan, yaitu :
Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang
tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu atau batu.
Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang di dalam. Lapisan luar
ini dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda: merah, biru,
perang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, mempunyai permukaan keriput.
Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tipis seperti selaput, dinamakan
juga kulit ari.
Pada pembentukan kulit biji dapat pula ikut serta bagian bakal biji yang lebih
dalam daripada integumentumnya, misalnya lain bagian jaringan nuselus yang terluar.
Biji yang kulitnya terdiri atas dua lapisan itu umumnya adalah biji tumbuhan
biji
tertutup (Angiospermae). Pada
tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae),
biji malahan
mempunyai tiga lapisan seperti pada biji belinjo (Gnetum gnemon K), padahal bakal biji
tumbuhan biji telanjang umumnya hanya mempunyai satu integementum saja.
Ketiga lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-masing dinamakan :
Melinjo memiliki 3 lapisan biji
1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada
waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya
merah.
2.Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras,
berkayu, menyerupai kulit dalam (endocarpium)
pada buah batu.
3.Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput,
serigkali melekat erat pada inti biji
Pada kulit luar biji itu masih dapat ditemukan bagian-bagian lain,
misalnya :
a.Sayap
(ala), alat tambahan berupa sayap pada
kulit luar biji, dan dengan demikian biji
mudah dipencarkan oleh angin, ch. pada spatodea (Spathodea campanulata P.B.), kelor
(Moringa oleifera Lamk).
b.Bulu
(coma), yaitu penonjolan sel-sel kulit
luar biji yang berupa rambut-rambut yang
halus, memudahkan biji ditiup oleh angin, ch. pada kapas (Gossypium), biduri (Calotropis
gigantea Dryand).
c.Salut
biji (arillus), yang biasanya berasal dari
pertumbuhan tali pusar, misalnya pada biji
durian (Durio zibethinus Murr), dll.
d.Salut
Biji semu (arillodium), seperti salu biji, tetapi tidak
berasal dari tali pusar. Melainkan
tumbuh dari bagian sekitar liang bakal biji (micropyle). Macis pada biji pala sebenarnya
adalah suatu salut biji semu.
e.Pusar
biji (hilus), yaitu bagian kulit luar biji bekas
perlekatan dengan tali pusar, biasanya
kelihatan kasar dan mempunyai warna yang berlainan dengan bagian lain kulit
biji. Pusar biji
jelas kelihatan pada biji tumbuhan berbuah polong, misalnya ; Kacang panjang (Vigna
Sinensis Edl), kacang merah (Phaseolus
vulgaris L). Dll.
f.Liang
biji (micropyle), ialah liang kecil bekas jalan
masuknya buluh serbuk sari ke dalam
bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang inii seringkali tumbuh menjadi
badan
berwarna keputih-putihan, lunak, yang disebut karunkula (caruncula). Jika badan yang
berasal dari tepi liang ini sampai merupakan salut biji, maka disebut salut
biji semu
(arillodium).
g.Bekas-bekas
pembuluh pengangkutan (chalaza), yaitu tempat pertemuan integumen
dengan nuselus, masih kelihatan pada biji anggur (Vitis vinifera.L).
h.Tulang
biji (raphe), yaitu tali pusar pada biji,
biasanya hanya kelihatan pada biji yang
berasal dari bakal biji yang mengangguk (anatropus),
dan pada biji biasanya tak begitu jelas
lagi, masih kelihatan misalnya pada biji jarak (Ricinus communis L).
B.Tali Pusar (Funiculus)
Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan
tembuni, jadi
merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya bijii terlepas dari tali
pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal
sebagai pusar biji (lihat perihal kulit biji).
C.Inti Biji (Nucleus
Seminis)
Inti biji
ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya, oleh sebab itu inti
biji juga dapat dinamakan isi biji.
a.Lembaga (embryo),
yang merupakan calon individu baru,
b.Putih Lembaga (albumen), jaringan
berisi cadangan makanan untuk masa permulaan
kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum dapat mencari makanan sendiri.
D.Lembaga (Embryo)
Lembaga
adalah calon tumbuhan baru, yang nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Lembaga telah memperlihatkan ketiga bagian utama tumbuhan, yaitu :
a.Akar
lembaga atau calon akar (radicula), yang biasanya kemudian akan tumbuh
tersusum merupakan akar tunggang (untuk tumbuhan yang tergolong dalam
Dicotyedoneae).
b.Daun
Lembaga (cotyledon), merupakan daun pertama suatu
tumbuhan. Daun lembaga dapat mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
- Sebagai tempat penimbunan makanan, jumlahnya biasanya dua, dan duduk
berhadapan
pada sisi yang rata tadi.
- Sebagai alat untuk melakukan asimilas
- Sebagai alat pengisap makanan untuk lembaga dari putih lembaga. Dalam hal ini
daun
lembaga itu merupakan suatu alat yang tipis, merupakan bagian yang memisahkan
putih
lembaga dari lembaganya. Karena bentuknya yang seperti perisai kecil, alat itu
dinamakan skutelum (scutellum). Biji
tampak utuh, dan bagian ini (daun lembaga tadi)
tidak tampak dari luar.
c.Batang
Lembaga (cauliculus), dapat dibedakan dalam dua bagian,
yaitu :
- Ruas batang di atas daun lembaga (interodium
epicotylum),
- Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium
hypocotylum).
Putih Lembaga (Albumen)
Putih lembaga adalah bagian biji, yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi
tempat
cadangan makanan bagi lembaga. Tidak setiap biji mempunyai putih lembaga.
Seperti misalnya pada biji tumbuhan berbuah polong (Leguminosae), cadangan makanan tidak tersimpan dalam putih lembaga,
melainkan dalam daun lembaga, oleh sebab itu daun lembaganya menjadi tebal. Melihat
asalnya jaringan yang menjadi tempat penimbunan zat makanan cadangan tadi kita
dapat membedakan putih lembaga dalam :
a.Putih
lembaga dalam (endospermium), jika jaringan penimbun makanan itu
terdiri atas sel-sel yang berasal dari inti kandung lembaga sekunder yang
kemudian setelah dibuahi oleh salah satu inti sperma lalu membelah-belah
menjadi jaringan penimbun makanan ini. Hanya dapat ditemukan pada tumbuhan biji
tertutup (Angiospermae).
b.Putih
lembaga luar (perispremium), jika bagian ini berasal dari
bagian biji di luar kandung lembaga, entah dari nuselus entah dari selaput
bakal biji.
Biji yang sebagian besar terdiri atas putih lembaga dalam, misalnya biji jagung
(Zea
mays L.) dan biji rumput (Gramineae)
umumnya, sedang biji yang untuk sebagian besar hanya terdiri atas putih lembaga
luar ialah biji lada (Piper nigrum L.).
Ada pula biji yang cadangan makanannya tersimpan baik dalam putih lembaga luar
maupun dalam, jadi kedua-duanya ada pada biji tadi, seperti misalnya pada biji
pala (Myristica fragrans Houtt.)
E.Kecambah (plantula)
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam
biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan
yang sesuai. Perkecambahan biji bergantung pada imbibisi. Imbibisi merupakan
penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang,
memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan metabolic pada embrio yang
menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhannya. Munculnya plantula (tumbuhan kecil) dari dalam
biji merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio.
Fase
perkecambahan diikuti pertumbuhan 3 jaringan meristem primer, yaitu :
a.Protodrem : lapisan terluar yang akan
membentuk jaringan epidermis
b.Meristem dasar akan berkembang
menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar diantara stele dan
epidermis
c.Prokambium : lapisan dalam yang
akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan xylem
Tahapan dan perkembangan
a.Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah
bertambah banyak
b.Spesialisasi : sel-sel yang sejenis
berkelompok
c.Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi
d.Organogenesis sel : proses pembentukkan organ-organ tumbuhan
e.Morfogenesis sel : Organ satu dengan yang yang lain memiliki
kekhususan dalam bentuk dan fungsi
Berdasarkan
letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.Perkecambahan Epigeal
Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat keatas tanah.
Ruas batang di bawah daun lembaga (hipokotil)
akan tumbuh lurus mengangkat kotiledon
dan epikotil. Dengan demikian epikotil dan kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. Epikotil memunculkan helai daun pertamanya. Sedang kotiledon akan layu dan rontok karena
cadangan makanannya telah habis oleh embrio yang berkecambah.
Perkecambahan
Epigeal
b.Perkecambahan Hypogeal
Merupakan perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di bawah.
Tumbuhnya epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan
muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal di dalam tanah.
Contohnya pada perkecambahan kacang kapri dan jagung.
Perkecambahan
hypogeal
Urutan
proses perkecambahan:
a.Masuknya air kedalam biji atau imbibisi
b.Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme, membongkar cadangan makanan
dalam kotiledon / endosperm
c.Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel,
dan pertumbuhan embrio.
d.Embrio tumbuh dan berkembang
Bagian
– bagian perkecambahan :
a.Radikula
Adalah bakal calon akar yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya untuk
menyokong dan menyuplai bahan – bahan makanan untuk di proses pada bagian
tanaman lainnya.
b.Kotiledon
Adalah daun kecil yang terletak di bawah daun pertama kecambah. Fungsinya untuk
menyimpan cadangan makanan dan asimilasi.
c.Cauliculus
Adalah bakal calon batang yang tumbuh selama masa perkecambahan. Fungsinya
sebagai bagian tanaman yang akan mengalami perkembangan ke atas untuk membentuk
batang. Hipokotil : Batang yang terletak di
bagian bawah kotiledon Epikotil : Batang yang terletak di
bagian atas kotiledon
d.Testa
Adalah bagian yang melindungi bagian dalam biji.